Saturday, June 9, 2012

Dusun Menoreh Villas

Sunday, December 18, 2011


Tourism and Entertainment

Antara.com 17 Desember 2011

Investor Belanda Bangun Vila di Menoreh

Jumat, 16 Des 2011 07:49:20  WIB

ANTARA - Investor asal Belanda, Ingo Piepers, melalui bendera PT Nanouk Indonesia membangun Vila Borobudur di Bukit Menoreh di sebelah selatan Candi Borobudur.

"Vila yang kami bangun ini mengambil konsep Jawa. Seluruh bangunan berbentuk rumah joglo dengan ukiran gaya Kudus dan Jepara," kata Ingo Piepers yang juga Komisaris Dusun Menoreh Villa's di Magelang, Kamis.

Ia mengatakan, pembangunan Vila Borobudur dalam proses penyelesaian. Rencananya, akhir Desember 2011 akan dilakukan "soft opening" dan "grand opening" akan dilakukan pada Juli 2012.

Selain membangun vila Borobudur, katanya, dalam konsep Dusun Menoreh Villa's juga akan dibangun tiga vila lain, yakni Vila Diponegoro, Vila Merapi, dan Vila Kayangan.

Ia optimistis Dusun Menoreh Villa's akan mampu menggaet wisatawan baik lokal maupun internasional.

"Kami yakin tempat ini akan mampu memperpanjang masa tinggal turis asing di wilayah Kabupaten Magelang," katanya.

Ia mengaku telah berkeliling ke berbagai lokasi wisata di dunia seperti Thailand, Malaysia, dan lainnya. Namun dia menilai perbukitan Menoreh sebagai tempat terbaik untuk membangun vila.

"Budaya Jawa sangat menarik. Orang-orang Jawa lebih spiritualis, sederhana dan terbuka. Alamnya sangat indah," katanya.

Direktur PT Nanouk Indonesia, Wahyu Surono, mengatakan disebut Vila Borobudur karena vila ini menghadap langsung ke arah Candi Borobudur. "Setiap tamu membuka pintu atau jendela langsung bisa melihat kemegahan Candi Borobudur," katanya.

Ia menuturkan, Vila Borobudur meniru konsep Candi Borobudur, yakni bangunan dibagi ke dalam tiga tingkat yakni kamadatu, arupadatu, dan rupadatu.


Pewarta : Heru Suyitno
Penyunting : M Hari Atmoko

Tempo.co @ 17-12-11

Belanda-Amerika Kembangkan Resor di Borobudur  

Sabtu, 17 Desember 2011 | 03:21 WIB
TEMPO.CO, Magelang - Untuk mendongkrak tingkat kunjungan wisata dibutuhkan pengembangan kawasan. Karena itu, Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah, berencana mengembangkan obyek wisata Taman Wisata Candi Borobodur.

"Sudah ada dua investor dari Belanda dan Amerika. Mereka positif mengembangkan kawasan sekitar Borobudur melalui pengembangan resor," kata Rohadi Pratoto, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Magelang, kepada Tempo, Jumat 16 Desember 2011.

Investor dari Belanda, Ingo Piepers, saat ini memang sedang membangun Vila Borobudur di bawah bendera PT Nanouk Indonesia. Vila itu dibangun di Dusun Pete, Desa Menoreh, Kecamatan Borobudur, tepatnya sekitar lima kilometer di selatan candi.

Satu investor lagi dari Amerika akan mulai membangun resor awal tahun depan di Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur. "Semua dalam lokasi aman. Jadi, tidak berada dalam Kawasan Strategis Nasional Candi Borobudur," kata Rohadi.

Kedua investor itu, kata Rohadi, mendapat dukungan karena menggunakan konsep resor ramah lingkungan dan bersedia tidak menggunakan model bangunan masif yang berpotensi merusak alam budaya di sekitarnya.

Direktur Utama PT Nanouk Indonesia Wahyu Surono menuturkan saat ini Vila Borobudur masih dalam tahap penyelesaian. "Tanggal 27 Desember akan soft opening," kata dia saat dihubungi Tempo. Vila itu mulai dibangun sejak pertengahan 2010 di lahan seluas 4,5 hektare, terletak di tengah daerah dusun yang hanya dihuni 100 keluarga. Bangunannya sendiri hanya memakan lahan seluas 1 hektare.

Seluruh bangunannya mengusung spirit Jawa yang bernuansa alamiah atau back to nature, menyerupai rumah Joglo dengan ukiran gaya rumah Kudus dan Jepara. Saat ini baru ada lima kamar, masing-masing berkapasitas 10-12 orang. Kamar-kamar ditata pada sebuah lanskap yang meniru Candi Borobudur, bertingkat-tingkat terpisah dan terdiri atas tiga bagian, yakni Kamadatu, Arupadatu, dan Rupadatu.

Setiap kamar dibuat menghadap ke Candi Borobudur sebagai obyek jualan utama resor itu. "Kami masih akan membangun tiga vila lain, yakni Vila Diponegoro, Vila Merapi, dan Vila Kahyangan, sebelum grand opening Agustus 2012," kata Wahyu.

Soal harga sewa, pada soft opening nanti akan ditawarkan sebesar US$ 150 per orang untuk satu malam. Harga ini termasuk fasilitas makan dan minum. "Kami sengaja tidak membangun restoran, tapi memilih kerja sama untuk menjaga keasrian lingkungan sekitar," kata dia.

Soal jumlah investasi yang ditawarkan, Wahyu enggan menjawab. "Belum sampai Rp 50 miliar," kata dia.

Sehari sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, saat menyambangi Candi Borobudur, menuturkan akan mendorong pengembangan kawasan wisata Borobudur dengan konsep Destination Management System.

PRIBADI WICAKSONO

No comments:

Post a Comment